Dinas PUPR Kabupaten Bogor; Tolong Perhatikan Jembatan Cimapag

pimred

IMG 20210916 WA0087 1

Barometerkriminal.com, Bogor – Setelah dibangun dan diresmikan pada 28 Desember 2020 oleh Bupati Bogor Ade Yasin, Jembatan Cimapag yang berlokasi di Kampung Gobang dan Cimapag Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor dengan menghabiskan anggaran cukup pantastis kurang lebih Rp. 8 (delapan) milyar.

Aggaran tersebut bukan nilai sedikit, karena sekelas Jembatan Penghubung antar Kampung itu menyedot anggaran sangat besar dan sumber dananya diambil dari APBD Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Ade Yasin pada saat meresmikan jembatan Cimapag menyampaikan kepada kepada pihak Kontraktor dan Dinas PUPR Kabupaten Bogor agar membangun Tembok Penahan Tanah (TPT), pihak Kontraktor yang mengerjakan jembatan senilai Rp. 8 (delapan) milyar tersebut yaitu PT. MG yang diwakili oleh H. BD sebagai orang lapangan saat itu juga hadir dan mendengar yang menjadi permintaan Bupati Bogor.

Namun pada kenyataannya TPT yang di pinggir bantaran kiri dan kanan Sungai Cimapag hingga kini berjalan 1 (satu) tahun lamanya belum dikerjakan dengan semestinya oleh pihak kontraktor.

Angga Dita Erlangga Ketua Lembaga Pemerhati Nasional Pemerhati Indonesia Membangun mulai angkat bicara terkait TPT Jembatan Cimapag tersebut, pada Rabu (15/9/2021).

Menurut Angga Dita Erlangga, Saya yakinkan Jembatan Cimapag ini tidak akan bertahan lama, lihat saja dibawah kolong jembatan, air Sungai Cimapag sudah mulai mengikis bagian tembok penyangga kanan kiri belum tebing pinggiran sungai juga sampai sekarang belum dibangun TPT oleh pihak Kontraktor PT. MG, sehingga ketika Sungai Cimapag banjir air akan menghantam langsung pinggiran dan bawah jembatan ini, ironi sekali menurut saya, kata Angga Dita Erlangga dilokasi Jembatan Cimapag (12/9/2021).

Angga juga mengatakan bahwa, ”yang Saya sesalkan pihak Dinas PUPR kemana saja selama ini, inikan pekerjaan mereka, “ini proyek mereka jangan tutup mata dong?!”, tandasnya.

Dimana rasa tanggung jawabnya, ini uang Rakyat Bogor yang dipakai untuk membangun jembatan tersebut. Jadi menurut Saya, ini sudah salah baik pihak PUPR maupun pihak Kontraktor, dan mau sampai kapan untuk memperbaiki jembatan tersebut atau memang mau tunggu jembatan roboh dulu lalu baru diperbaiki kemudian.

Adi salah seorang tokoh masyarakat Kampung Cimapag memberikan pendapat yang sama dia memprediksi Jembatan Cimapag ini tidak lama usianya, jika tidak di bangun TPT-nya, kan itu sangat disayangkan.

Adi pun mengatakan bahwa, “biaya yang begitu besar namun kualitas pengerjaannya seperti ini, saya berharap pihak diatas bisa melihat lokasi Jembatan Cimapag yang baru berumur 1 (satu) tahun lebih kurang sudah seperti ini,“ ungkapnya.

“Saya minta pihak Pemkab Bogor khususnya Dinas PUPR agar turun dan melihat langsung ke lokasi Jembatan Cimapag, serta janganlah saling lempar tanggung jawab dengan pihak PT. MG, yang intinya kita sebagai control sosial berharap TPT Jembatan Cimapag segera dibangun agar tidak terus terjadi pengikisan pinggiran sungai yang pada akhirnya jembatan senilai Rp. 8 (delapan) milyar tersebut akan ambruk terkikis aliran sungai“, pungkas Angga Dita Erlangga.

(Angga)

Next Post

Ketua LP NASDEM; Prihal Jembatan Senilai Rp. 8 (Delapan) Milyar Solusinya Bagaimana?

Barometerkriminal.com, Bogor – Hari berganti hari semakin ramai di Sosial Media baik cetak maupun online terkait menyoroti dan memberitakan tentang Jembatan Cimapag yang ada di Wilayah Desa Buanajaya, kecamatan tanjungsari, Kabupaten Bogor Timur, pada Kamis (16/9/2021). Biar bagaimana pun juga Jembatan Cimapag merupakan pintu akses penghubung antar kampung, dan pada […]

Subscribe US Now