Ketua LP NASDEM; Prihal Jembatan Senilai Rp. 8 (Delapan) Milyar Solusinya Bagaimana?

pimred

IMG 20210916 WA0095

Barometerkriminal.com, Bogor – Hari berganti hari semakin ramai di Sosial Media baik cetak maupun online terkait menyoroti dan memberitakan tentang Jembatan Cimapag yang ada di Wilayah Desa Buanajaya, kecamatan tanjungsari, Kabupaten Bogor Timur, pada Kamis (16/9/2021).

Biar bagaimana pun juga Jembatan Cimapag merupakan pintu akses penghubung antar kampung, dan pada kenyatannya sampai sekarang Jembatan tersebut sudah menjadi sorotan berbagai kalangan, karena TPT yang seharusnya sudah dibangun hingga kini belum sama sekali dibangun/dibuat.

Tidak hanya para Kuli Tinta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan juga warga masyarakat pun turut mempersoalkan tentang Pembangunan Jembatan Cimapag tersebut. Pasalnya Anggaran Pembangunan Jembatan Cimapag itu sangatlah besar/pantastis, karena sekelas jembatan saja harus menelan dana Rp. 8 (delapan) milyar lebih.

Salah seorang tokoh masyarakat dan juga seorang Ketua Lembaga Pemerhati Nasional Indonesia Membangun (LP. NASDEM) Wilayah Bogor, yaitu Angga Dita Erlangga mempersoalkan tentang pembangunan Jembatan Cimapag yang tidak kunjung di bangun TPT nya oleh pihak pemenang tender projek pembangunan jembatan tersebut yaitu PT. MG.

IMG 20210916 WA0096 1

Menurutnya Angga saat ditemui di lokasi Jembatan Cimapag, mengatakan bahwa “Sudah satu tahun kurang lebih pasca diresmikan oleh Bupati Bogor Hj. Ade Yasin pada tanggal 28 Desember 2020 tahun lalu, belum juga di bangun TPT nya. Padahal saat itu Bupati Bogor mengintruksikan kepada pihak kontraktor pemenang tender (PT. MG) dan juga pihak Dinas PUPR, agar segera di bangun TPT pada jembatan tersebut yang tujuannya agar bisa bertahan lama, itu statmen Ibu Bupati pada saat Peresmian Jembatan Cimapag pada tanggal 28 desember 2020 saya masih ingat itu,” ungkap Angga DE.

Beliau juga menambahkan bahwa, “Saya sebagai masyarakat dan juga sebagai control sosial tidak habis fikir khususnya kepada pihak kontraktor dan juga pihak Dinas PUPR, yang seolah membiarkan hal tersebut terjadi di depan mata sendiri,” sambung Angga DE.

Angga Dita Erlangga melanjutkan bahwa sahnya, “jika pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak ada reaksi ataupun tindak lanjut kepada pihak PT. MG dan juga Dinas PUPR, kemungkinan besar akan begini terus keadaan kondisi bantalan penyangga Jembatan Cimapag tersebut. Dan bahkan jika terjadi hujan yang terus menerus akan mengakibatkan pengikisan pada jembatan tersebut, dikarenakan TPT tidak segera dibangun maka Saya pastikan jembatan ini tidak bisa bertahan 3 atau 4 tahun umurnya, jadi sangat disayangkan anggaran uang Rp. 8 (delapan) milyar , yang digelontorkan dari APBD Kabupaten Bogor tersebut seolah-olah tidak maksimal dalam pemanfaatannya/peruntukkannya,” pungkasnya.

(ADE)

Next Post

Jembatan Cimapag Tanjungsari Nyaris Ambruk, Penggunaan Anggaran APBD Terbuang Percuma

Barometerkriminal.com, Bogor – Dibangunnya jembatan penghubung 2 (Dua) kampung antara Kampung Gobang dengan Kampung Cimapag Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor itu patut dipertanyakan; pasalnya jembatan diatas Sungai Cimapag yang telah menggunakan dana Rp. 8 (Delapan) Milyar lebih ini, berasal dari APBD Kabupaten Bogor dengan kondisi sekarang mengalami kerusakan yang […]

Subscribe US Now