Anak Pemilik Yayasan di Bengkong, Dilaporkan ke Polresta Barelang

pimred

IMG 20210924 WA0035 1

Barometerkriminal.com, Kepri – Jebakan yang dialami DS yang sebelumnya pernah diberitakan di beberapa media massa, yang mana kejadian atas jebakan tersebut tepatnya di Lelurahan Sedai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Propinsi Kepri pada jam 03:00 waktu setempat Kamis dinihari (23/9/2021).

Seperti keterangan dari salah seorang Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus yang lebih akrab disapa Romo Paschal melalui anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan bahwa korban ada 4 orang anak dibawah umur.

Sementara secara terpisah keterangan yang di dapat hasil wawancara langsung dari salah satu penghuni kamar dari panti tersebut menuturkan bahwa, “DS belum sempat melakukan apapun hanya untuk membangunkan salah satu anak dari ke empat korban itu, Tapi mereka sudah berteriak dan salah satu di antara mereka menyalakan lampu dan memaki-maki DS pada saat malam itu” keterangan Saksi.

Adanya beberapa keterangan yang belum bisa dipastikan kebenarannya, salah satu awak media mencari keterangan agar menemukan fakta yang sebenarnya.

Saksi pun menambahkan apa yang saksi lihat pada malam kejadian bahwa, “Hingga pada akhirnya DS keluar dari Kamar itu menuju kamar orangtuanya memberitahu bahwa anak-anak di kamar perempuan menangis. DS keluar dari kamar salah satu anak penghuni kamar tersebut, dan sempat mendengar percakapan Aswin menelpon orangtuannya, mengatakan bahwa rencana mereka berhasil sambil ketawa disaksikan oleh semua anak yang ada kamar tersebut,” imbuhnya.

DS memperkuat keterangan sebagai sanggahannya dengan menceritakan kronologi bahwa, ”Saya merasa bahwa kejadian malam itu di atur sedemikian rupa, dengan mengubah posisi tidur mereka yang ada dalam kamar tersebut, sehingga terkesan saya benar adanya melakukan perbuatan asusila sehingga memperkuat alibi bahwa saya memang akan melakukan perbuatan yang bisa menjadikan bukti karena ada salah satu korban dari saksi mata,“ tandas DS.

“Dan lampu kamar yang biasanya tidak di matikan, malam itu lampu kamar mereka dimatikan supaya bisa saya masuk dalam suasana gelap,”sambung DS.

Kembali Ds menyampaikan pernyataan fakta yang terjadi pada malam itu bahwa, ”Saya masuk kamar tidak bisa cepat keluar, dan rencana itu mereka atur dari jam 10 malam, dimana salah satu anak mengajak mereka bersengkongkol untuk menjebak saya malam itu,” ujarnya.

Dan DS menambahkan pula secara detail, “Pada malam itu tepatnya jam 03.00 WIB saudara saya mau ke kamar mandi, tapi ketika saya melihat jendela kamar perempuan terbuka, saya mendekati jendela itu, kenudian saya memanggil anak-anak perempuan itu supaya mereka bangun dan menutup jendela kamar tersebut, tapi tak satupun penghuni kamar itu yang menyahut, saya ke dalam kamar melalui jendela untuk menutup jendela itu,” tambahnya.

“Dan baru saja mau membangunkan salah satu anak untuk mengingatkan bahwa mereka harus mentup jendela itu setiap malam, tapi belum lagi sampai kesentuh anak itu, anak-anak yang lain nya berteriak dan memaki-maki saya,” DS perjelas ceritanya.

Dan atas laporan kejadian tersebut hingga kini DS (27) yang sekaligus anak pemilik salah satu yayasan di Bengkong, dilaporkan ke Polresta Barelang, hingga berita ini di turunkan DS masih mendekam di Polresta Barelang dan belum bisa dihubungi.

(kumaedi/yusuf)

Next Post

HMI Cabang Lhokseumawe; Copot Jabatan Kepala SMKN 1 Kota Lhokseumawe

Barometerkriminal.com, Lhokseumawe – Vaksinasi yang berujung ke Rumah Sakit dialami oleh Siswi SMKN 1 Lhokseumawe, Kabid Hukum dan HAM Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe Aceh Utara, mendesak Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kota Lhokseumawe agar mencopot kepala sekolah SMK Negeri 1 Kota Lhokseumawe, Sabtu (25/9/2021). Desakan ini dilakukan agar kejadian […]

Subscribe US Now