5 Pesan Rahasia Abah Anton: Kunci Keberhasilan Para Panglima Baranusa Pajajaran di Keraton Kanoman Cirebon

pimred

IMG 20211130 WA0022 1

Barometerkriminal.com, Cirebon – keraton Kanoman 27 November 2021 yang lalu, Anton Charliyan Mantan Kapolda jabar yang sekarang lebih dikenal sebagai Abah Anton, Tokoh Penggiat Budaya dan Sejarah Sunda selaku Majelis Dewan Pembina Baranusa (Barisan Raja Nusantara) Pajajaran jawa Barat, dalam Prosesi pelantikan para panglima Baranusa Kabupaten dan kota se-Jabar di Keraton Kanoman Cirebon memberikan Pesan-pesan atau amanat Khusus yang diambil dari Naskah Lontar Amanat Galunggung. Dan Prasasti Kawali Astana Gede Ciamis, Adapun pesan2 Rahasia tersebut berisi antara lain sebagai berikut: Agar Para Panglima Kabupaten dan Kota dalam melaksanakan Kepemimpinanya wajib mempedomani dan melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

1. Perhatikan dengan sungguh-sungguh Amanat Galunggung yang berbunyi; Jaga ieu Kabuyutan Ulah tepi ka Dikuasai ku Asing, lamun Rajaputra teu bisa ngajaga ieu Kabuyutan, Rajaputra leuwih hina ti Batan Lasun/Bangke Nu aya dijariyan, (jaga ini Kabuyutan, Tempat suci, suatu Wilayah Kawasan tertentu, tanah air, jangan sampai dikuasai Orang Asing, jika kita putra putri sebagai Pewarisnya tidak bisa Menjaga dan Mempertahankanya, Lebih Hina derajatnya dari seekor bangkai yang ada di Tempat Sampah). Dari sini tersirat, bahwa dari Naskah Sunda lah pertama kali lahir salah satu Konsepsi Nasionalisme dan Cinta Tanah air. Sehingga dengan demikian berbicara tentang Nasionalisme dan Cinta Tanah air, manusia Sunda harus Berada di baisan yg paling depan, apabila ada Manusia Sunda yg punya Iedologi lain, dan ingin Keluar dari Bingkai NKRI , Pancasila, UUD 45, dan Bhineka Tunggal ika, itu artinya Penghianat dan nukan sebagai Manusia Sunda lagi;

2. Harus Hormat Kepada Orang Tua, dan orang yang dituakan terutama kepada para Pemimpin dan teramat khusus kepada para Leluhur dan para pendahulu-pendahulu kita, yang sudah mampu membangun peradaban Sunda Nusantara ini sangat luhur, karena ciri-ciri budaya yang pradabanya tinggi adalah sebuah budaya yang mampu menghormati para leluhurnya. Sebagaimana tersirat dalam Amanat Galunggung berikut ini; Hana nguni Hana Mangke tan hana nguni tan hana mangke, Hana Tunggak Hana catang tan Hana tunggak hana catang, mo aya ayeuna hanteu mo baheula, Hanteu mo ayeuna mo aya baheula
Tidak akan ada hari ini tanpa ada dahulu, makanya para anak cucu harus ingat kepada para Pendahulu-pendahulu, leluhur-leluhur kita. Karena tidak akan ada Cabang tanpa Pohon. Tidak akan ada ranting tanpa Cabangnya. Untuk itu kita wajib hormat dan taat kepada Kedua orang tua, yang lebih tua dan yang dituakan serta para Pimpinan kita di tingkat manapun, sebagai Perwujudan Hormat pada leluhur;

IMG 20211130 WA0024

3. jaga Kasampurnaan Agama tapi kade kudu tetep ngajenan, ngamumule ulah mopoheukeun tradisi adat budaya leluhur, kudu sarimbag silih ajenan.
(Jaga Kesempurnaan agama, tapi tetap harus menghormati melestarikan budaya adat tradisi ajaran leluhur, harus seimbang saling mengisi saling hormati saling hargai, satu sama lain. Tidak boleh saling bertentangan). Jadi dalam menjalankan syariat Agama, agama apapun harus selaras, bergandeng tangan dengan Budaya tidak boleh saling bertentangan satu sama dengan yang lain.

4. Bangun Kekuatan dengan Kedamaian, bangun kekuatan dg kerendahan hati. Sebagaimana yang tersurat dalam Prasasti Kawali; Pakeun Heubeul jaya dibuana, Pake gawe Kreta bener, pake gawe Kreta rahayu, ulah botoh bisi kokoro, ulah batengah bisi kateker, (jika ingin Jaya di dunia, bangunlah Kekuatan dengan Kedamaian, bangunlah Kekuatan dengan Kerendahan hati, jangan serakah akan celaka, dan jangan Sombong akan tersingkir). Syarat mutlak agar suatu Bangsa/Negara Kuat, harus mampu menciptakan dulu suasana damai, Kalau sudah suasana sudah damai, aman, dan tentram baru Negara tersebuy bisa melaksanakan Program-program Pembangunanya, karena tidak mugkin pembangunan dilaksanakan dalam suasana genting/rusuh, sehingga dengan demikian Manusia Sunda adalah manusia-manusi yang Cinta Damai, karena damai di hati, damai di bumi, damai senagara, hirup rukun sauyunan, penuh cinta kasih, untuk menciptakan masyarakat yg rahmatan lill Alamin, penuh Rahman dan Rahim, silih asah, silih asih, dan silih asuh.

Kemudian Membangun Kekuatan dengan Kerendahan hati, dalam arti seseorang bisa kuat itu bisa hebat bukan karena keunggulan fisiknya atau kekuatan materinya saja tapi justru bisa menjadi kuat dan hebat itu karena Akhlakul Karimahnya, karena prilakunya yang rendah hati, ramah, santun, Respek, tahu diri, tahu etika, dan tahu tata titi, Tawadhu, tidak Arogan dalam bersikap maupun bicara, itulah ciri wanci manusia Sunda sehingga bisa diterima dimana-mana karena Kesantunan, keramahanya, kerendahan hatinya.

Sehingga salah satu pantangan terbesar manusia sunda adalah, besar kepala dan bersikap Sombong. (ulah Batengah, bisi Kateker). Makanya kenapa Orang-orang Sunda Senantiasa Pakai Iket Kepala, karena itu adalah sebagai pengingat, untuk terus mengikat Kepalanya agar kepalanya tidak Menjadi Besar, karena yang gampang suka membesar itu Kepala, karena banyak manusia suka menjadi lupa diri kalau sudah kena Penyakit BESAR KEPALA, makanya apabila ada Manusia Sunda yang suka Petantang Petenteng adigung adiguna, kepalanya jadi Besar, itu bukan orang Sunda. Sekali lagi itu bukan orang Sunda. Atau mungkin yang bersangkutan belum faham bagaimana seharusnya menjadi Ki Sunda anu Nyunda, Nyai Sunda anu Mibanda, bahkan lebih ditegaskan dalam ajaran Islam, Tidak akan masuk surga seseorang, bila masih mempunyai rasa Iri dan Sombong dalam hatinya, walaupun hanya sebesar biji Zarah, dan;

5. Selanjutnya jadilah Petapa yang utama; Ngan kudu Inget Yen Tapa anu Pang Utamana mah lain Tapa Puasa di jero Guha, tapi Nu panglobana Tatapakanana, makana Prasasti-prasasti di Tatar Sunda Lambangna Dampal Suku (Jadilah sebagai Petapa yang utama, namun perlu diingat bahwa Tapa yang Utama itu adalah bukanlah Tapa Berpuasa Mengurung diri di dalam Goa, tapi seorang manusia yg paling Banyak Meninggalkan tatapakan Karya nyata yg bermanfaat bagi masyarakat, Nusa, bangsa, Agama, maupun Budaya. Makanya Prasasti-prasasti Sunda sering ditandai dengan Lambang Telapak kaki. Perlambang yg paling banyak Tatapakanya yg paling banyak amalnya, Karyanya).

IMG 20211130 WA0023

Jadi bukan yang banyak Pok nya (bicaranya, omongannya) tapi yang paling banyak Pek jeung Prakna (banyak Bekerja dan Karya Nyatanya), jadi ayeuna mah tapa nu utama teh kudu Prak Pek Pok (jadi sekarang Petapa yg utama itu, adalah yang paling banyak Karyanya baru kemudian boleh bicara).ura Bral. Dari untaian Kata tersebut itu merupakan Pemeo Kuno yang sangat dipercaya oleh masyarakat Pusat Spiritual Nusantara. Artinya: Galunggung Ngadeg Tumenggung, setiap Raja, Ratu, Rama, Resi para Pemimpin Sunda, bila mau Ngadeg jadi Tumenggung, harus dapat Restu dari Galunggung.

Soekapura Ngadaun ngora, artinya setelah dapat restu dari Galunggung, baik lahir maupun barhin barulah gerbang akan terbuka (Pura) sebagai dasar, bekal, semangat baru untuk menuju Kesuksesan, keberhasilan, dan kejayaan (ngadaun ngora).

Sukapura mangku galuh rajana malati kembar, hanya dengan keberhasilanlah yang akan mampu mengangkat Bangsa dan Negara (Mangku Nagara Galuh) dan hal tersebut baru bisa tercapai apabila Rajana, punya bekal kekuatan lahir maupun bathin nu matang, mumpuni, adil, dan bijaksana (rajana malati kembar), sehingga bangsa dan negara namanya pasti akan harum mewangi ke seluruh pelosok negeri bagaikan wanginya bunga melati.

Itulah salah satu Filosofi Siliwangi, uga dari Galunggung: Hayu urang silih bagi pangarti, silih simbeuhan kabisa, silih angkat darajat, silih ajenan diri, silih asih, silih asah, silih asuh, urang silih wangikeun Nami.

Dalam pesan terakhirnya Anton yg juga pernah jadi Kapolwil Priangan Tahun 2008, menegaskan bahwa, “Mudah-mudahan dengan bekal 5 Amanat Khusus ini bisa menjadi Rahasia utama Kunci Keberhasilan para panglima di masing-masing Wikayah Kabupaten dan Kota. Selamat berjuang, selamat bertugas, Semoga berhasil,” pungkas Abah Anton.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut antara lain Kangjeng Gusti Patih pangeran Moh. Kodirun dari Kanoman, Uyut Sani Wijaya kasepuhan Pajajaran Pusat, Pangeran anom adipati Rd Lucky Somawilaga dari Sumedang larang , Pangeran Mas’ud dari Palembang, Ki Gondrong, Prof Asep dr sukabumi, Panglima tinggi Baranusa Pajajaran Rd. Ully Sigar Rusady, dan Artis ternama Rd. Paramitha Rusady sbg Panglima Panah Walet Baranusa dll.

Selain acara Pelantikan dikukuhkan juga Pasukan Pemanah Khusus Baranusa. Untuk Srikandi wanitanya bernama pasukan Walet, dengan iconya R Paramitha Rusadi dan pasukan prianya bernama pasukan garuda dengan Iconnya Dhana Kusumadinegara Suriadiwiria. Sedangkan untuk Acara berlangsung lancar Khidmat dan Meriah dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19.

(Kumaedi/Olivia)

Next Post

5 Pesan Rahasia Anton Charliyan Kepada Para Panglima Baranusa Pajajaran di Keraton Kanoman Cirebon

Barometerkriminal.com, Cirebon – keraton Kanoman 27 November 2021 yang lalu, Anton Charliyan Mantan Kapolda jabar yang sekarang lebih dikenal sebagai Abah Anton, Tokoh Penggiat Budaya dan Sejarah Sunda selaku Majelis Dewan Pembina Baranusa (Barisan Raja Nusantara) Pajajaran jawa Barat, dalam Prosesi pelantikan para panglima Baranusa Kabupaten dan kota se-Jabar di […]

Subscribe US Now