GEMPUR: Gerakan Masyarakat Peduli RSUD Berkah Pandeglang Lakukan Donasi untuk Kemanusiaan

pimred

IMG 20211221 WA0056

Barometerkriminal.com, Pandeglang – Himpun Donasi dengan melakukan penggalangan dana untuk Aksi Kemanusiaan, dilakukan sekumpulan Warga Masyarakat Kabupaten Pandeglang dengan membentuk Start-up dalam menghimpun donasi berupa aksi kemanusiaan, yang diantaranya dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Peduli RSUD Berkah Pandeglang (GEMPUR).

Menurut keterangan yang terhimpun oleh Awak Media di lapangan, Open donasi ini dilakukan untuk satu kepedulian masyarakat terhadap keterbatasan dan diduga lemahnya pelayanan medis.
Sehingga banyak menimbulkan dampak kekecewaan masyarakat selaku (Pasien) di RSUD Berkah Pandeglang.

Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Ilham. H, selaku korlap open donasi mengatakan bahwa benar pada Hari Selasa, 21 Desember 2021 pagi jam 09:00 – 10:00 WIB., dirinya bersama beberapa rekan lainnya akan melaksanakan penggalangan dana, tepatnya di depan RSUD Berkah Pandeglang, Jln. Raya Labuan KM. 05 Kadulisung – Pandeglang, Selasa (21/12/2021).

IMG 20211221 WA0054

“Ini semata bentuk kemanusiaan dan atas dasar kepedulian Kami Gerakan Masyarakat Peduli RSUD (GEMPUR), yang mana sebagai harapan kami masyarakat, khususnya Pandeglang memiliki kepedulian terhadap Pemerintah Daerah Pandeglang, dalam hal RSUD Berkah Pandeglang, yang diduga akhir akhir ini disinyalir lemah dalam sebuah pelayanan Pasien, jelas Ilham. H, saat di konfirmasi.

Dirinya kembali menambahkan bahwa, “Bahkan tidak sebatas itu, sebab berdasarkan beberapa masyarakat (Pasien) yang kerap di temukan, selalu memberikan keterangan-keterangan yang menyebutkan buruknya pelayanan,” imbuhnya.

Ditempat terpisah Ketua Dewan komisi IV Habibi Arafat saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan internet berbasis aplikasi Whatsapps mengatakan bahwa, “pihaknya akan segera memanggil Dirut RSUD Berkah Pandeglang beserta jajarannya untuk meminta klarifikasi kaitan dengan kelangkaan obat, dan kami akan mencoba untuk mengurai sebenarnya apa yang terjadi sehingga obat itu langka, apakah dari sisi penganggaran ataukah memang dari managemen nya, dan saya akan coba menyampaikan lebih detil setelah pertemuan dengan pihak Rumah Sakit,” pungkas Ketua Dewan komisi IV.

(Mpap/Kumaedi/Bahtiar/Puskominfo Indonesia)

Next Post

DPRD Kabupaten Lampung Selatan Sahkan Lima Paket Raperda Menjadi Peraturan Daerah 2021

Barometerkriminal.com, Lampung Selatan – DPRD Kabupaten Lampung Selatan akhirnya mengesahkan lima paket Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Lampung Selatan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Tahun 2021, dalam Rapat Paripurna yang di gelar pada Senin siang (20/12/2021). Raperda yang disahkan menjadi Perda tersebut yakni, Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tahun 2020 – […]

Subscribe US Now