Kota Bogor – Aksi unjuk rasa Ormas Gibas Kota Bogor di Balaikota, Kamis (23/04/2026), memuncak. Massa yang datang untuk menyuarakan aspirasi menjebol pagar gerbang Balaikota sekitar pukul 10.20 WIB, sebagai bentuk luapan kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah.
Aksi ini menjadi sinyal keras bagi Pemerintah Kota Bogor, khususnya terkait penanganan turap di Jalan Paledang yang dinilai tak kunjung mendapatkan kepastian.
Sejak pukul 10.00 WIB, massa telah berkumpul di pintu gerbang Balaikota dengan membawa pengeras suara. Ketegangan meningkat saat akses masuk disebut ditutup oleh petugas.
Dalam waktu singkat, pagar gerbang dijebol. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya mereda setelah perwakilan massa diterima audiensi pada pukul 10.25 WIB.
Dalam audiensi, pihak Pemkot menyatakan telah melakukan upaya koordinasi sebelumnya. Namun di sisi lain, penjelasan kembali mengarah pada efisiensi anggaran dan prioritas penanganan bencana sebagai penyebab tertudanya program, termasuk
Turap di Jalan Paledang disebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat dan berpotensi ditunda hingga tahun depan.
Bagi massa, ini bukan jawaban baru melainkan pola lama yang terus diulang.
Ketua Ormas Gibas Kota Bogor, Umar Jagat, menyampaikan tuntutan tegas tanpa kompromi.
Gibas menilai persoalan banjir dan infrastruktur masih terjadi tanpa penanganan maksimal. Mereka menegaskan:
* Copot Kadis PUPR Kota Bogor dari jabatannya
* Segera realisasikan pembangunan turap di Jalan Paledang
* Hentikan lambannya respons terhadap kebutuhan warga
Penjebolan pagar disebut sebagai bentuk kekecewaan atas akses yang dinilai menghambat penyampaian aspirasi.
Gibas memberikan Ultimatum batas waktu 3 x 24 jam kepada Pemerintah Kota Bogor untuk mengambil langkah konkret.
Jika tidak ada respons nyata dalam waktu tersebut, mereka menegaskan akan kembali dengan massa yang lebih besar.
Audiensi berakhir pukul 11.15 WIB dalam kondisi kondusif. Namun, tekanan terhadap Pemkot Bogor justru semakin menguat.
Pesan dari aksi ini tegas, jika tuntutan diabaikan, gelombang aksi berikutnya akan lebih besar. (Surya Sp)

