LBH Bulan Bintang dan YBH Batara Akan Somasi RO Suhaedah Terkait SHM No. 1243

pimred

IMG 20211124 WA0004

Barometerkriminal.com, Bogor – Lembaga Bantuan Hukum Bulan Bintang Jawa Barat (LBH BBJ) dan Yayasan Bantuan Hukum Baraya Tatar Sunda (YBH BATARA) akan Somasi terkait adanya papan plang yang bertulisan diterbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 1243 atas nama RO Suhaedah.

Terpampangnya papan plang bertulisan “Dilarang Masuk” yang di klaim salah satu nama sertifikat Hak milik (SHM), membuat para Tokoh Kampung Parung dengdek adakan musyawarah pada Senin sore (22/11/2021) RT. 03, RW. 11, Kampung Parung Dengdek, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam musyawarah tersebut di mulai pukul 14:00 WIB sampai selesai dihadiri sedikitnya puluhan tokoh masyarakat Kampung Parung dengdek, Kepala sekolah (Kepsek) SMK Generasi Mandiri, LBH Bulan Bintang Jawa Barat Solahuddin Munthe, S.H., M.M., dan YBH BATARA Diansyah Putra, S.Kom, S.H., M.M. direktur YBH Batara, Babinsa, Babinkamtibmas, Kasi Pendidikan dan kesehatan Kecamatan Gunung Putri dan Dinas KCD Pengawas, Tokoh Agama setempat serta warga masyarakat Kampung Parung Dengdek.

Terkait adanya papan plang tersebut selaku LBH Bulan Bintang Jawa Barat dan YBH BATARA mengatakan apabila selama 1 × 24 jam dan Maksimalnya 2 x 24 Jam menurut kuasa hukum yang dikurasakan oleh Keluarga Besar Yayasan dan H. Nawawi adanya pemasangan papan plang tersebut jika tidak secepatnya di cabut pihaknya akan mencabut papan plang tersebut karena menurutnya pemasangan plang tersebut adalah ilegal.

Mengenai sertifikat berdasarkan Labcrime dari Mabes Polri yang mengatakan warkahnya adalah Non identik karena sebelumnya menurut keterangan H. Agus selaku Kepala Desa Wanaherang sebelumnya tanda tangan nya di palsukan oleh oknum yang mengurus surat-surat untuk di jadikan sertifikat, dan hal tersebut H. Agus pun tidak pernah mengeluarkan surat surat terhadap wakap tanah itu tetapi surat surat tersebut ada, maka di Labscrime lah warkah itu oleh H. Agus,” ungkap Solahuddin Munthe, S.H., M.M.

Selanjutnya setelah surat tersebut di bawa ke Mabes Polri, “Maka dinyatakanlah Warkah itu non identik pada tanda tangan itu. Bisa dikatakan sertifikat ini adalah Aspal (asli tapi palsu) berdasarkan hasil Labcrime dari Mabes Polri,” ucapnya.

Penerbitan sertifikat tersebut menurut nya dari pihak badan pertanahan nasional (BPN) itu bisa terjadi ada oknum yang terlibat namun demikian perlu diketahui, “memang pihak BPN tidak meniliti secara Yuridis tapi mereka itu mengakomodir surat surat yang sudah ada sesuai prosedur mereka. Namun secara yuridis mereka tidak teliti,” ungkap Solahuddin Munthe, S.H., M.H.

Kemungkinan besar diduga ada oknum dari pihak BPN, kami akan membatalkan sertifikat ini baik melalui pengadilan atau melalui peraturan Mendagri atau menteri BPN Agreria Nomer 11 tahun 2012.

Ditempat yang sama Diansyah Putra, S.Kom, S.H., M.M. Direktur YBH Batara menjelaskan bahwa adanya sertifikat yang mengklaim Hak milik oleh RO Suhaedah. Menurutnya, “Hasil labcrime sudah jelas, bahwa segala sesuatu yang didapat dari tidak benar hasilnya pun tidak benar, dasar penerbitan sertifikat menggunakan surat keterangan tidak sengketa palsu, Tanda tangan juga palsu maka otomatis sertifikat tersebut batal demi hukum,” tambah Diansyah Putra, S.Kom, S.H., M.M. Direktur YBH Batara.

Lebih lanjutnya dia menegaskan, “Hasil labcrime nya pun NON IDENTIK,” tutupnya.

(Tim Puskominfo Indonesia)

Next Post

Kapolres Majalengka Kembali Pimpin Apel Kesiapan Pam Unras Aliansi Buruh Majalengka

Barometerkriminal.com, Majalengka – Orang nomor satu di Polres Majalengka AKBP Edwin Affandi Kembali memimpin Apel Kesiapan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa (Unras) Aliansi Buruh Majalengka di Alun-alun Kabupaten Majalengka, Rabu (24/11/2021). Apel Kesiapan pengamanan aksi unjuk rasa dihadiri Waka Polres Majalengka Kompol Dadang Gunawan, PJU Polres Majalengka, Danki Penugasan Batalion A […]

Subscribe US Now