KOTA BOGOR – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Bogor mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak lagi mengabaikan kondisi pasar tradisional yang menjadi tumpuan ekonomi ribuan pedagang kecil. Pemerintah daerah, BUMD, perbankan, hingga sektor swasta didorong mengambil langkah nyata dalam membenahi pasar rakyat, bukan sekadar menghadirkan program seremonial.
Sekretaris DPD IKAPPI Kota Bogor, Faiz, menegaskan pasar tradisional merupakan denyut nadi ekonomi kerakyatan yang harus dijaga keberlangsungannyaMenurutnya, perhatian terhadap pasar tidak cukup hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perlindungan pedagang, stabilitas harga pangan, serta penguatan daya saing usaha.
“Pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli, tetapi ruang hidup ribuan pedagang. Sudah saatnya seluruh stakeholder hadir dengan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada ekonomi rakyat,” tegas Faiz.
Ia mengatakan, IKAPPI akan terus mengawal kepentingan pedagang, mulai dari perlindungan usaha hingga mendorong lahirnya kebijakan yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha pasar.
Selain itu, Faiz menilai gejolak harga kebutuhan pokok menjadi tantangan serius yang harus direspons cepat oleh pemerintah. Menurutnya, pasar tradisional merupakan indikator paling nyata dalam membaca kondisi ekonomi masyarakat.
“Saat harga pangan naik, pedagang kecil menjadi pihak yang paling terdampak. Karena itu, pasar harus menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan pengendalian harga,” ujarnya.
IKAPPI juga mendorong percepatan digitalisasi pasar melalui penerapan transaksi non-tunai dan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan daya saing pedagang tanpa menghilangkan identitas pasar rakyat.
“Pasar yang sehat, tertata, dan modern hanya bisa terwujud jika seluruh stakeholder bergerak bersama. IKAPPI akan terus berdiri bersama pedagang dan mengawal setiap kebijakan agar benar-benar berpihak kepada rakyat kecil,” tutup Faiz.
Surya SP

